Tajamnya jarum ilalang tetap saja tak mampu lukaiku
Hingga saat senja berjalan mendahului
dan merenggut semua mimpi
Maafkan aku, tak bisa tetap membawamu
menimba asa dunia
yang kian gersang akan harapan
Hingga tawa pun hanya angan
Maafkan aku, kecewakan goresanmu
yang telah menusuk dalam akalku
yang telah menjerat langkah kakiku
hingga ku tergolek saat hadirmu
Hanya tetesan embun di balik angan
yang tetap menjadi harapan
yang mungkin bisa
mengganti sunyi
hingga ku bisa menjerat mimpi kembali
hingga ku dapat berdiri menendang ilusi
Maafkan aku biru
karna ku tak bisa membendung kelabu
semoga keberuntunganmu tetap membimbingku
semoga segala arah menjadi sahabatku