Karat Luka

Kabut pekat selimuti dada tergores karat luka
berhembus asap kelam hinggap di pikiran
saat diriku terhenyak sadar akan gelapnya lalu
yang terlewat tanpa ku mampu tuangkan luka lewati batas sadar

Hanya doa dan harap yang ada kini
semoga belum tertutup seluruh hati
penuhi ruang hampa di pikiran yang tak kunjung pasti
menyeret diri dalam alam sunyi selama ini

Hanya doa dan harap yang tak kunjung usai
basahi lautan maaf yang terpendam
dan tertutup kuatnya karang ego dalam hati
Semoga menyebar sinar kasih
membantu kaki ini agar tetap tegar berdiri

Published in: on March 27, 2005 at 5:32 pm Comments (0)