Prolog
Seorang sahabatku pernah berucap…
aku akan selalu terbang ke atas langit,
karena di sana ada begitu banyak sinar bintang harapan.
Namun ku tak akan lupakan bumi
karena di sanalah sumber kesetiaan.
Begitu istimewanya, hingga aku tak pernah ingin melupakannya.
Kadangkala hidup tak selalu penuh kilauan terang. Ada saatnya pula hidup jauh dari pekatnya lumpur. Namun tiada saat dimana hidup mampu mengubah putaran waktu. Waktu terus berputar, tak peduli hidup kita hancur atau bersinar. Waktu terus berjalan biarpun hidup goyah atau tetap bertahan. Tapi yang ku yakini, arti Hidup yang sesungguhnya itu tetap ada, terbungkus putaran waktu dan masa.
Aku tak perlu yakinkan kalian, bahwa lembaran ini hadir begitu saja.
Bukan apa-apa, sekedar untuk melempar tinggi-tinggi segumpal emosi, menendang jauh bayang dan ilusi, serta meniup asa lewat imaji. Agar tak terbuang tanpa arti.
Segala khayal itu kini kugenggam di sini.
Tiada yang istimewa, hanya untuk menyimpan mimpi daripada terbuang percuma.
Dengan ini ku coba menampung dan mengenang,
atas segala ingatan, atas segala langkah, dan atas segala teman.
Hingga saat terbangun nanti, aku tak sempat menjadi iblis yang kesepian.
Yudhination hanyalah sebentuk imajinasi, hanya negeri ilusi. Sengaja kumunculkan untuk menampung segala pengalaman yang entah berguna atau binasa. Ya, setidaknya membantuku membuka diri dan menyadari bahwa segala sisi pasti punya arti. Maafkan atas segala kekurangan, Selamat datang di yudhination. Semoga kebahagiaan menyertai aku dan kalian.